BERITA

TKI di Arab Saudi Meninggal Dunia, Sebelum Meninggal Ajak Temannya Shalat Magrib

2016-07-24 20:49:08 | BMI-SA JEDDAH

TKI di Arab Saudi Meninggal Dunia, Sebelum Meninggal Ajak Temannya Shalat Magrib


Jeddah LiputanBMI, Kematian adalah takdir Allah yang tidak bisa ditolak oleh siapapun, hiduplah engkau seolah-olah hari ini adalah hari terakhir engkau bertemu hidup. Begitulah pepatah mengatakan tentang kematian yang datang kapan dan di mana saja. 

Adalah Nanang Tri Kurnia (37) TKI asal Madiun, Jawa Timur menghembuskan nafas terakhirnya di usia yang terbilang masih muda pada Selasa (19/7) dini hari. Kepergian pria yang bekerja sebagai sopir perumahan di kota Thaif, Arab Saudi itu membuat kaget seluruh temannya sesama WNI di Kota Thaif, pasalnya sehari sebelum meninggal, almarhum dalam kondisi sehat. 

"KIta semua kaget, karena mas Nanang sebelumnya dalam keadaan sehat," kata Agus yang merupakan teman dekat almarhum saat dihubungi LiputanBMI, Selasa (22/7).

Lanjut kata Agus, almarhum meninggal di kamar tempatnya bekerja dalam kondisi duduk. Sebelumnya Agus sempat di telepon almarhum diajak main ke kamarnya. 

"Pukul 22:20 almarhum sempat menghubungi saya mengajak main ke kamarnya, tapi entah kenapa saya tidak jadi datang. Kemudian pukul 12 malam ke atas temannya menguhubungi almarhum tapi tidak diangkat," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah almarhum saat ini masih berada di Rumah Sakit di kota Thaif. Pihak keluarga sudah mengetahui meninggalnya Nanang dan mengikhlaskan untuk dimakakmkan di Arab Saudi.

"Saat ini kawan-kawan sedang menunggu surat pernyataan izin pemakaman dari keluarga almarhum di Indonesia," terangnya.

SEBELUM MENINGGAL, ALMARHUM SEMPAT AJAK AGUS SHALAT MAGRIB

Kepergian Nanang tentunya membuat kehilangan dikalangan teman-temannya, salah satunya Agus. Pria asal Cianjur itu sudah dua tahun berteman dengan almarhum. Banyak kisah dan kenangan yang tidak bisa dilupakan Agus, diantaranya di saat almarhum mengajak Agus shalat magrib.

"Pada Senin sore saya main ke rumahnya, saat itu almarhum sedang menyiram bunga dan saya pun membantunya. Ketika waktu magrib tiba, ia nanya ke saya Gus kamu dah shalat belum, saya jawab belum. Kemudian saya pun mengambil wudhu," kenang Agus.

Meski penyebab kematian almarhum belum diungkapkan pihak Rumah Sakit, namun Agus mengungkapkan almarhum pernah mengeluh sakit dada.

"Sampai saat ini kita belum tahu penyebab kematian almarhum. Namun sehari sebelumnya, ia pernah mengeluh sakit dada. Waktu itu ia sedang merokok dan bilang sakit dada, tapi merokoknya masih dilanjutkan. Ada yang bilang ini disebut penyakit angin duduk," jelasnya. 

Untuk mendoakan kepergian almarhum, teman-teman Nanang yang berada di Thaif mengelar tahlil bersama.

"Kawan-kawan mengadakan tahlil bersama di rumah Pak Ismail yang merupakan kawan dekat almarhum. Semoga saja almarhum diterima iman islamnya dan ditempatkan di sisi Yang Maha Kuasa," tandas Agus.

Untuk diketahui, almarhum bekerja di Thaif, Arab Saudi selama 10 tahun 20 hari dan belum pernah pulang cuti ke Indonesia. Selain itu almarhum juga meninggalkan dua anak. (IYD)